About US

Maecenas feugiat sed diam ut semper. Mauris lectus purus, dapibus eu lectus ut, ullamcorper semper orci. Donec sagittis dolor dolor, non dapibus enim molestie eu. Etiam dictum gravida congue. Nunc nunc sem, porta non pellentesque id, pellentesque ac arcu. Duis vel luctus nisi, vehicula varius ante.

Cerita di Balik Nama Bika Ambon

Bika Ambon adalah kue berwarna kuning dan memiliki rongga-rongga di permukaannya. Rasanya yang enak, manis dan beraroma pandan membuat siapa saja ingin menyantapnya. Tapi sudah taukah temen-temen seputarmakan kalau bika ambon ini bukan dari Ambon? Lho, terus dari mana? Ternyata bika ambon ini berasal dari Medan dan menjadi makanan khas Medan lho.. Jadi kenapa namanya Bika Ambon? Penasaran? Yuk kita cari tahu jawabannya.

Meski menyandang nama Ambon, kue ini tidak berasal dari Ambon, satu propinsi di bagian timur Indonesia, tetapi justru berasal dari ibukota Medan, Sumatera Utara. Bika Ambon di kenal sebagai penganan nusantara sebagai kuliner khas Medan, Sumatera Utara.

Terdapat beberapa versi penjelasan terkait asal usul nama kue lezat ini. Menurut M Muhar Omtatok, seorang budayawan dan sejarahwan, kue Bika Ambon terilhami dari Kue khas Melayu yaitu Bika atau Bingka. Selanjutnya dimodifikasi dengan bahan pengembang berupa Nira atau Tuak Enau hingga berongga dan berbeda dari kue Bika atau Bingka khas Melayu itu.

Baca Juga :   Satu Tempat 2 Brand Resto Dengan Keunikan Tersendiri Little Wish dan Dapoer Asia

cerita-di-balik-nama-bika-ambon

1. Nama Jalan

Muhar Omtatok juga menyebutkan bahwa kue ini disebut Bika Ambon karena pertama sekali dijual dan popular di simpang  Jalan Ambon, Sei Kera Medan. Diperkirakan, sebutan Bika Ambon muncul dari kebiasaan masyarakat yang dahulu baru mengenal bika yang diproduksi di Jalan Ambon tersebut. Penyebutan Bika Ambon akhirnya menjadi tradisi seiring dengan berkembangnya industri makanan ini.

2. Warga Ambon yang Merantau

Kemudian sumber lain mengatakan, nama Bika Ambon berasal dari seorang warga Ambon yang merantau ke Malaysia dengan membawa kue bika. Setelah tahu rasanya enak, orang tersebut tidak kembali ke Ambon lagi, tetapi singgah di Medan. Sehingga sejak empat puluh tahun lalu Bika Ambon jadi sangat terkenal di Medan.

Baca Juga :   Tempat Makan Unik Di Yogyakarta

3. Singkatan “Amplas-Kebon”

Cerita yang lain lagi mengatakan, bahwa dahulu ada sebuah daerah bernama Amplas yang kemudian dibagi menjadi dua wilayah, barat dan timur sungai. Sebelah barat sungai sering disebut dengan “pabrik” karena terdapat pabrik pengolahan latex, dan sebelah timur sungai sering disebut dengan “kebon” karena terdapat barak atau perumahan buruh dan kebun tembakau serta cacao. Bika Ambon diceritakan diperkenalkan oleh seorang buruh transmigran dari jawa yang membuat kue Bika Ambon dan memasarkannya di Medan. Ternyata, orang-orang Belanda sangat menyukai rasa kue tersebut. Hal ini kemudian membuat seorang pedagang keturunan Tionghoa berinisiatif untuk membantu memasarkan dan bekerja sama dalam pemasaran Bika Ambon yang dibuat oleh buruh tersebut. Akhirnya kehadiran Bika Ambon tersebut sangat laris dan membuat warga transmigran lainnya juga ikut mengadu untung di bisnis tersebut. Dan nama Bika Ambon sendiri berasal dari Bika “Amplas-Kebon” yang diakronimkan menjadi “BIKA AMBON”.

Baca Juga :   "Perhatian" Karena Setiap Orang Selalu Bisa Membayar Lebih Landasan kesuksesan J.Co

4. Percobaan Seorang Tionghoa

Cerita selanjutnya, dikatakan bahwa semasa zaman Belanda ketika masih ada di Tanah Deli, seorang Tionghoa melakukan eksperimen dengan sebuah kue. Ia melakukannya di rumahnya, tidak jauh dari kawasan Jalan Majapahit, Medan. Setelah matang, kue tersebut lalu dicobakan pada pembantunya, seorang pria asal Ambon. Pria tersebut sangat menyukai kue itu, hingga memakannya dengan lahap. Itulah menurut cerita ini mengapa dinamakan Bika Ambon.

5. Bahasa

Cerita yang lainnya menganalisa sejarah penamaan Bika Ambon berdasarkan bahasa. Menurutnya, Ambon istilah dalam bahasa Medan berarti lembut.

Hingga kini, memang belum ada yang berhasil memastikan sejarah bika ambon. Artinya, masih ada jejak sosiokultur yang belum tersibak pada sepotong kue bika ambon ini. Dan, ini menarik untuk ditelusuri !! 😀

sumber: sayangi.com, ceritamedan.com, liputan6.com

 

Food Buddy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *