About US

Maecenas feugiat sed diam ut semper. Mauris lectus purus, dapibus eu lectus ut, ullamcorper semper orci. Donec sagittis dolor dolor, non dapibus enim molestie eu. Etiam dictum gravida congue. Nunc nunc sem, porta non pellentesque id, pellentesque ac arcu. Duis vel luctus nisi, vehicula varius ante.

Ini Dia Sejarah Produk Asli Indonesia , Tempe

Halo bingung juga mo nulis apa, akhirnya memutuskan untuk keluar cari makan karena tanggal muda itu saatnya hemat 😀 (tanggal tuanya hura hura) wkakwkakw terus cari nasi sayur aj deh.. tiba tiba lihat tempe dan ke inget dan kebayang tempe tu udah sejak kapan ya adanya. .pas aku kecil udah di masuki tempe terus jadi penasaran.. sembari makan sayur (biar kurus :D) akhirnya googling ttg tempe. Setelah muter muter dari web lokal sampe web interlokal sampe web international akhirnya saya rangkum menjadi sebagai berikut

Menurut pakar tempe (ada juga ya pakar tempe besuk gw pakar nasi bakar aj :p) dari UGM Marry Astuti , masih belum ada kejelasan awal mulanya namun dia terus menelusuri kapan tempe mulai ada, Marry Astuti dalam catatanya berjudul Bunga Rampai Tempe Indonesia kata kedelai ditulis kadele dalam bahasa jawa dan ditemukan di dalam catatan Serat Sri Tanjung pada abad 12 – 13 hal ini menandakan kedelai sudah dikenal lama sekali. Marry Astuti menyanggah beberapa sumber yang mengatakan kedelai sudah lama ada di tiongkok karena jika berasal dari Tiongkok mengapa kedelai tidak pernah disebutkan dalam jenis-jenis komoditas yang diperdagangkan di Jawa. Musafir Tiongkok, Ma Huan yang mengunjungi Majapahit sekira abad ke-13, mencatat bahwa di Majapahit terdapat koro podang berwarna kuning, tanpa menjelaskan kegunaan kacang tersebut. Dia tidak membandikan kacang itu dengan kacang yang ada di negerinya, seperti halnya membandingkan suhu udara di Majapahit dengan di Tiongkok. Ini menunjukkan, kacang yang ditemui Ma Huan belum ada di negerinya.

Baca Juga :   Tips Membuat Gorengan Biar Renyah dan Kriuk

Ditilik dari muasal katanya, menurut Astuti, tempe bukan berasal dari bahasa Tiongkok, tapi bahasa Jawa kuno, yakni tumpi, makanan berwarna putih yang dibuat dari tepung sagu, dan tempe berwarna putih. Kata tempe juga ditemukan dalam Serat Centhini jilid ketiga, yang menggambarkan perjalanan Cebolang dari candi Prambanan menuju Pajang, mampir di dusun Tembayat wilayah Kabupaten Klaten dan dijamu makan siang oleh Pangeran Bayat dengan lauk seadanya: “…brambang jae santen tempe asem sambel lethokan …” sambel lethok dibuat dengan bahan dasar tempe yang telah mengalami fermentasi lanjut. Pada jilid 12 kedelai dan tempe disebut bersamaan: “…kadhele tempe srundengan…

Baca Juga :   Awal Mula Terciptanya Nasi Goreng

“Tempe berasal dari kata Nusantara tape, yang mengandung arti fermentasi, dan wadah besar tempat produk fermentasi disebut tempayan,” tulis Denys Lombard dalam Nusa Jawa Silang Budaya: Jaringan Asia.

Menurut Ong, dalam Encyclopaedia van Nederlandsch Indie (1922), tempe disebut sebagai “kue” yang terbuat dari kacang kedelai melalui proses peragian dan merupakan makanan kerakyatan (volk′s voedsel).

Sumber berikutnya bercerita bahwa tempe juga belum jelas asal usulnya namun tempe menjadi salah satu makanan yang cukup dikenal di yogyakarta dan surakarta dan diawali semasa era Tanam Paksa di jawa, pada saat itu masyarakat jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan  seperti singkong ,ubi dan kedelai dimana hasil pekarangan ini bagaimana pun akan di olah untuk menjadi makanan .

Baca Juga :   Menikmati Nuansa Romantis Yogyakarta dari Ibis Sky Bar Lt 7

Cukup susah menemukan versi lain, hampir kebanyakan hanya begini saja ceritanya, tp siapa tau ada yang tau lebih boleh tambahin.. hehehe, udah 5 jam nyari tp kurang bagus jg artikel artikelnya.. tp semoga menambah wawasan

Ini-Dia-Sejarah-Tempe-Yang-Tak-Berujung

sumber : historia.id, supplier.asrifa.com, soyinfocenter.com, wikipedia.org

 

Food Buddy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *